RABU 14 MARET 2012
Pagi yang cerah,
tidak terasa sudah jam 7 pagi dan alarmku tak berbunyi seperti biasanya.
Tubuhku bangun begitu saja dan darahku berdesir tak sabar memulai perjalanan
dengan beberapa kawan. Adys, Neshya, Seravina, Yudha, Bagus, dan Putra.
Perjalanan yang tak terlupakan..
Setelah slesai
berkemas dan memastikan tak ada yang tertinggal, saya langsung berangkat ke
rumah Yudha. Disana kita berkumpul terlebih dahulu, sampai akhirnya 10.50 kita berangkat menuju juanda. Setelah sampai
juanda, kita langsung check –in dan makan siang. Setelah itu kami menuju
boading room. Tidak disangka kami hampir terlambat, karena tidak menyangka
keberangkatan akan lebih cepat 25 menit dari jadwal di tiket. Untungnya kami
masih sempat memenuhi panggilan ‘last call’ dengan berlari lari.
Pk 15.20 Pesawat
mengudara, terbang membentuk sudut 450 degan cakrawala. Kami melaju
cepat, sedikit berguncang dan meliuk bak roller coster sampai pesawat menemukan
jalurnya. Pertama kalinya kulihat suramadu dari 1000 kaki, menjadi penghubung
daratan jawa dan Madura. Menjadi tanda kami mulai meninggalkan jawa. Ku melihat
sedikit kebawah, Menikmati perpisahan dengan tanah. Awan awan kecil berarak dan
mengiringi keberangkatan kami sampai kami cukup tinggi meninggalkannya. Cukup
tinggi sampai lapisan awan utuh yang bermandikan cahaya. Menurutku cuaca cukup
cerah, terang dan indah. entah mengapa kru pesawat mengatakan yang sebaliknya.
Aku tak ambil pusing, masih ad 4 jam di dalam pesawat, dan aku memilih tidur
menghabiskannya
Pk 19.00 Kita
landing di bandara Suvarna Bumi, Bangkok. Bandara yang bagus dan indah, tidak
kalah dengan Changi milik Singapura tetapi keramahannya masih kurang mengena. Begitu datang, kita berfoto dulu baru
melanjutkan ke imigrasi dan bagasi. Setelah semua selesai kami keluar bandara,
mencari tourguide yang memegang kertas bertuliskan Milanitalia Gadys Rosandy.
Nama yang terlalu panjang untuk sebuah kertas. :p.
Pemandu kami
seorang wanita, bernama Ying, dia langsung mengajak kami makan di food
court bandahara dan memberikan voucher
100 bath untuk setiap orang. Aku pun penasaran,tidak sabar mencoba makanan
Thailand. Aku sih enak tidak sulit mencari makanan, tapi teman temanq kesulitan
mencari yang halal. Akhirnya pilihanku jatuh pada nasi bebek, cukup enak
sebagai hidangan pembuka, tetapi lemak bawah kulitnya sangat tebal. Makan malam
yang akrab, diiringi celotehan Yudha yang selalu menirukan logat tourguide
kami. Tak hentinya kami terbahak bahak.
Perjalanan dari
bandahara menuju hotel Twin Tower memakan waktu kurang lebih 30 menit. Aku
masih merasa asing dan juga sedikit pusing. Akan tetapi teman ingin menjelajah
kehidupan malam di Thailand. Kesan
pertama mengatakan bahwa hotel ini bagus (ya jelas bintang 4 loh..) Tapi
setelah masuk kamar, bau karpet yang tidak enak menyeruak. Dan perasaanku
langsng tidak enak.
Karena tak mau
sendirian di hotel, aku ikut teman-teman ke Hard Rock Café Bangkok. Disana aku
memeasan burger termahal dalam hidupku, Legendary burger seharga 210 ribu.
Porsinya sangat besar, akan tetapi rasanya biasa saja. Dengan penuh perjuangan
aku menghabiskannya. Setelah itu aku merasa sedikit mual, sakit di tengorokan, lebih sakit di
kantong karena harganya :p. Hard Rock menjadi keramaian tersendiri di tengah
kota yang sepi. Mal mal sudah tutup jam 9 dan jam 10 jalan pun sepi sudah. Kami
berkenalan dengan penyanyi kafe yang ternyata juga asli dari Indonesia,
setelah itu kami diperlakukan istimewa, dan kami diakui ada.
Pk 24.00 Aku,
Gadys, Neshya, dan Vina kembali dahulu ke hotel. Aku tak biasa dengan keramaian
seperti itu, dan aku merasa tida enak badan. Sesampai di hotel aq langsung
minum amoxycillin dan tidur, berharap cepat pulih. Akan tetapi malam begitu
panjang dan menyiksa, beberapa kali aku terbangun dan tidak bisa tidur karena
hidung buntu. Bau karpet yang menggangu membuat kondisiku bertambah buruk.
Kamis 15 Maret
Bangun pagi dengan perasaan yang tidak enak, sedikit mual, flu dan hidung tersumbat, dan amoxycillin adalah satu satunya harap. Bergegas aku turun bersama Adys, Neshya, dan Vina untuk menikmati breakfast di hotel. Ku berkeliling mencari menu yang ringan, karena perut tak mampu mencerna yang berat, dan mual membuat kerongkongan tak mau menelan. Syukurlah setelah makan pagi dan amox yang mulai bekerja, perlahan aku siap menghadapi hari ke 2 di Thailand.
| Grand Palace |
| Wat Pho |
| Wat Arun |
Setelah berkeliling kuil di bangkok, pk 13.00 kami meluncur ke arah selatan menuju pattaya, sebuah pusat kota di pesisir teluk thailand. Perjalanan yang panjang ini tidak terasa karena kami mampir mampir dulu ke beberapa tempat, ada kebun anggur, laser buddha dan floating market. Laser Buddha adalah ukiran buddha pada sebuah tebing di gunung setinggi 130m. Ukiran dibuat dengan sinar laser, kemudian dibubuhkan ubin ubin berwarna emas.Floating market Pattaya merupakan pasar terapung terbesar di dunia, dengan luas 10 hektar, gubuk2 di dirikan di atas sungai. Keunikan pasar ini cukup memikat turis, pasar ini menjual berbagai macam ukiran, makanan, pakaian, dan sovenir.
Akhirnya sekitar pk17.00 kami tiba di hotel untuk mandi dan bersiap siap, karena 1 jam kemudian kami akan menonton Alcazar Cabarret Show, pertunjukan yang memukau tarian tarian oleh 'wanita' yang sejatinya pria. Para penari sangatlah profesional, operasi plastik dihalalkan untuk memuaskan penonton semata, senyum yang ramah, dan juga semangat dalam menari selalu di utamakan. Sayangnya kami mendapat kursi yang paling belakang, sehingga pertunjukan seharga 700 Baht ini sedikit terasa hambar. Setelahnya kami lanjut menonton adult show yang juga senilai 700 baht. Pertunjukan ini menampilkan adegan adegan bercinta, dan vitalitas alat kelamin performernya. Adegan-adegan nya seperti meniup terompet menggunakan vagina, memukul gendang dengan penis, bercinta sambil berayun, dan coz play spiderman, hingga jebakan batman, yang menjebak sukarelawan, untuk meraba raba banci. Setelah puas menonton kami lanjut ke hard rock store, kemudian balik hotel. Di malam ini, semua banci terlihat cantik dan mulus seperti wanita.
Perjalanan malam di Pattaya ternyata belum berhenti begitu saja, skr waktunya para lelaki bergerilya, keluar hotel dan berjalan di sekeliling pattaya, kanan-kiri jalan merupakan bar-bar dibarengi dengan wanita-wanita malam sebagai sarana promosinya. Ada juga yang namanya go go bar, yaitu bar tertutup dengan wanita berbusana minim yang menari dan menggeliat pada tiang. Cukup memberi segelas minum, maka wanita tersebut akan menemani Anda. Sayangnya perjalanan kami kurang lengkap, karena kami belum ke Walking Street yang benar-benar merupakan pusat hiburan malam.
Jumat 16 Maret
Tetap semangat, walau 2 malam sebelumnya hanya tidur 4 jam, pukul enam pagi saya sudah bangun, karena pk7.30 kita harus berangkat menuju coral Island. Coral Island merupakan pulau di dalam teluk Thailand. perjalananya memakan biaya 300 baht, dan memakan waktu 30 menit menggunakan perahu motor.. Sebelumnya, kami singgah ke tempat bermain parasailing. Corral island pulau dengan pesisir pantai untuk berjemur, cocok buat berenang karena airnya biru jernih. Banyak juga permainan air seperti banana boat, parasailing, dan boat rent. Coral Island juga dipenuhi penjual makanan dan souvenir, di sini makanan dan souvenir cukup mahal.

Setelah puas menjelajah, pk12.00 siang kami balik hotel, mandi2, dan packing karena kami harus kembali ke bangkok. Di perjalanan ke Bangkok, kami mengunjungi Gem Shop dan Bee Farm. Gem Shop merupakan toko perhiasan terbesar di Thailand, disana kami diajak untuk melihat bagaimana terbentuknya batu batuan permata, banyak rupa batu seperti Topaz, Lapis Lazuli, Ruby, dan lain lain, dibentuk secara apik menjadi suatu perhiasan. Di Bee farm, kami diajari bagaimana membedakan madu yang asli dan yang bercampur air. Produk Bee farm adalah berupa madu, propolis, royal jelly dan turunan madu seperti coklat madu, sabun, ice cream. Uniknya madu di sini diambil dari sari bunga Opium, di Chiang Rai (Thailand bagian utara). Perjalanan kembali bangkok terasa lebih lama, kira-kira makan waktu 5 jam, di sana kita langsung ke MBK Mall, memberi beberapa oleh-oleh dan dinner KFC.
Sabtu 17 Maret
Hari ke empat adalah hari bebas kami bertujuh, hari ini kami tidak terikat jadwal tour. Kami pun mandiri menentukan pilihan.. yaitu... shopping.. Karena merasa tidak terikat, kami pun bangun siang, baru sekitar pukul 11 kami berangkat ke Cathucak naik taxi. Cathucak adalah week end market terbesar sedunia, mirip seperti pasar minggu di jl semeru Malang, tetapi jauh lebih besar. Dengan Luas sekitar 11 Hektar, pasar ini menjual berbagai macam barang dari seluruh penjuru Thailand, dengan harga Lokal yang tentunya sangat murah dibanding lokasi wisata lainnya. Cathucak sangat ramai, untungnya masih bersih dan teratur, karena para petugas sampah senantiasa berkeliling.
Malamnya, kita ke MBK lagi untuk shopping, tetapi saya memutuskan berpisah karena ingin wisata kuliner, sedangkan teman teman lain sudah makan. Saya mencoba Phat Thai, yg katanya termasuk 5 best food in the world di sebuah restoran China. enak.. apalagi ditambah udang yang segar dan besar, serta dibumbui cabe thailand. Setelah makan, tiba tiba muncul ide gila, yaitu berpetualang sendirian di jalanan. Dengan berbekal peta, saya mengitari kompleks mall Siam-Paragon-Pratunam. Di tengah jalan bertemu dengan sopir tuk-tuk (kendaraan mirip bajaj) saya ditanya turis dari mana, kemudian dia menawarkan pijat plus plus sembari menunjukan brosur. Tapi saya cuek terus berjalan, dan akhirnya mencoba sky train di Ratchadewi, turun di Siam. Kemudian oper kereta menuju National Stadium yang jaraknya hanya sejengkal. Akhirnya kembali ke hotel jalan kaki, ternyata jarak dari Hotel dengan kompleks mall kami tidak begitu jauh, hanya 15 menit jalan kaki.

Minggu 18 Maret
Hari terakir kami habiskan di museum patung lilin Madamme Tussaud. Puas banget kami berfoto. Setelah itu saya menemani Vina belanja baju di hard rock, setelah itu kami sedikit berkeliling, mencari spot foto di paragon, dan akhirnya pulang dengan naik MRT dilanjut tuk-tuk. Dengan ini puas sudah mencoba hal hal menarik di Negeri Gajah.
Thailand, negeri yang menarik, dengan berbagai tempat sarat hiburan. unik, dengan berbagai kuil dan culturenya. Murah, harga harga barang dan cost life nya masih terjangkau. Makananya pun juga enak-enak. Bila nanti jodoh, aku kan kembali.
Akhirnya sekitar pk17.00 kami tiba di hotel untuk mandi dan bersiap siap, karena 1 jam kemudian kami akan menonton Alcazar Cabarret Show, pertunjukan yang memukau tarian tarian oleh 'wanita' yang sejatinya pria. Para penari sangatlah profesional, operasi plastik dihalalkan untuk memuaskan penonton semata, senyum yang ramah, dan juga semangat dalam menari selalu di utamakan. Sayangnya kami mendapat kursi yang paling belakang, sehingga pertunjukan seharga 700 Baht ini sedikit terasa hambar. Setelahnya kami lanjut menonton adult show yang juga senilai 700 baht. Pertunjukan ini menampilkan adegan adegan bercinta, dan vitalitas alat kelamin performernya. Adegan-adegan nya seperti meniup terompet menggunakan vagina, memukul gendang dengan penis, bercinta sambil berayun, dan coz play spiderman, hingga jebakan batman, yang menjebak sukarelawan, untuk meraba raba banci. Setelah puas menonton kami lanjut ke hard rock store, kemudian balik hotel. Di malam ini, semua banci terlihat cantik dan mulus seperti wanita.
Perjalanan malam di Pattaya ternyata belum berhenti begitu saja, skr waktunya para lelaki bergerilya, keluar hotel dan berjalan di sekeliling pattaya, kanan-kiri jalan merupakan bar-bar dibarengi dengan wanita-wanita malam sebagai sarana promosinya. Ada juga yang namanya go go bar, yaitu bar tertutup dengan wanita berbusana minim yang menari dan menggeliat pada tiang. Cukup memberi segelas minum, maka wanita tersebut akan menemani Anda. Sayangnya perjalanan kami kurang lengkap, karena kami belum ke Walking Street yang benar-benar merupakan pusat hiburan malam.Jumat 16 Maret
Tetap semangat, walau 2 malam sebelumnya hanya tidur 4 jam, pukul enam pagi saya sudah bangun, karena pk7.30 kita harus berangkat menuju coral Island. Coral Island merupakan pulau di dalam teluk Thailand. perjalananya memakan biaya 300 baht, dan memakan waktu 30 menit menggunakan perahu motor.. Sebelumnya, kami singgah ke tempat bermain parasailing. Corral island pulau dengan pesisir pantai untuk berjemur, cocok buat berenang karena airnya biru jernih. Banyak juga permainan air seperti banana boat, parasailing, dan boat rent. Coral Island juga dipenuhi penjual makanan dan souvenir, di sini makanan dan souvenir cukup mahal.

Setelah puas menjelajah, pk12.00 siang kami balik hotel, mandi2, dan packing karena kami harus kembali ke bangkok. Di perjalanan ke Bangkok, kami mengunjungi Gem Shop dan Bee Farm. Gem Shop merupakan toko perhiasan terbesar di Thailand, disana kami diajak untuk melihat bagaimana terbentuknya batu batuan permata, banyak rupa batu seperti Topaz, Lapis Lazuli, Ruby, dan lain lain, dibentuk secara apik menjadi suatu perhiasan. Di Bee farm, kami diajari bagaimana membedakan madu yang asli dan yang bercampur air. Produk Bee farm adalah berupa madu, propolis, royal jelly dan turunan madu seperti coklat madu, sabun, ice cream. Uniknya madu di sini diambil dari sari bunga Opium, di Chiang Rai (Thailand bagian utara). Perjalanan kembali bangkok terasa lebih lama, kira-kira makan waktu 5 jam, di sana kita langsung ke MBK Mall, memberi beberapa oleh-oleh dan dinner KFC.
Sabtu 17 Maret
Hari ke empat adalah hari bebas kami bertujuh, hari ini kami tidak terikat jadwal tour. Kami pun mandiri menentukan pilihan.. yaitu... shopping.. Karena merasa tidak terikat, kami pun bangun siang, baru sekitar pukul 11 kami berangkat ke Cathucak naik taxi. Cathucak adalah week end market terbesar sedunia, mirip seperti pasar minggu di jl semeru Malang, tetapi jauh lebih besar. Dengan Luas sekitar 11 Hektar, pasar ini menjual berbagai macam barang dari seluruh penjuru Thailand, dengan harga Lokal yang tentunya sangat murah dibanding lokasi wisata lainnya. Cathucak sangat ramai, untungnya masih bersih dan teratur, karena para petugas sampah senantiasa berkeliling.
Setelah puas dengan Catuchak, para lelaki mencari baju bola Thailand di Indra Square, Pratunam. Sayangnya petunjuk yang kami dapat salah dan akirnya pulang dengan tangan hampa. Setelah itu kami menemani Putra kembali ke Hard Rock bangkok untuk membeli oleh oleh. Dan pk 17.00 kita sampai di hotel untuk beristirahat sejenak.
![]() |
| National Stadium |

Minggu 18 MaretHari terakir kami habiskan di museum patung lilin Madamme Tussaud. Puas banget kami berfoto. Setelah itu saya menemani Vina belanja baju di hard rock, setelah itu kami sedikit berkeliling, mencari spot foto di paragon, dan akhirnya pulang dengan naik MRT dilanjut tuk-tuk. Dengan ini puas sudah mencoba hal hal menarik di Negeri Gajah.
Thailand, negeri yang menarik, dengan berbagai tempat sarat hiburan. unik, dengan berbagai kuil dan culturenya. Murah, harga harga barang dan cost life nya masih terjangkau. Makananya pun juga enak-enak. Bila nanti jodoh, aku kan kembali.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar