Ini cuma cerita
dari dua kutub yang ada, akankah satu sama lain akan membuat
tiada?
Seperti pada umumnya setiap sikap tidak luput dari perangkap,
selalu ada berbagai presepsi dan reaksi yang membekap. Dalam suatu
bekapan terdapat dilema logika dan rasa yang bekerja bersama sama.
Saat logika
bertahan, bertempur dengan perasaan dan harapan, semakin memperumit
keadaan. Dan terkadang membuat kita membenci pilihan. Mungkin logika
berkata harapan sudah tiada tapi perasaan tetap bertahan dan ingin
terwujud pada tindakan nyata. Bukan masalah hitam dan putih, benar dan
salah atau layak dan tidak, hanya karena rasa yang ingin mewujudkan
kasih setia, akhirnya terwujud dalam tindakan nyata yang diharap baik untuk
semuanya.
Karenanya, bagaimana kita melakukannya pasti ada satu
alasannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar