Sabtu, 03 Maret 2012

Titik


Lihat seberapa jauh kamu melangkah, dan lihat seberapa jauh kamu telah berjalan di titik ini? Apakah kamu masih menoleh ke titik sebelumnya, titik yang selalu melekat dan meresap kedalam hati, titik yang selalu kamu nanti dan inginkan untuk berakhir bersamanya.

Seringkali kita terpaku pada suatu titik, yang begitu mempesona dan sangat dipuja. Tak peduli logika sudah menolak, dan melangkah jauh daripadanya.  Membawa kita melangkah jauh sampai pada titik lainnya, kemudian membuat kita berjalan selangkah demi selangkah di titik itu.
Semakin menolak semakin terhisap pusaran titik awal. Dan akhirnya berjalan di tempat..

Saatnya kita berjalan, mencari persinggahan, dan mendapatkan titik lain, bukan titik yang baik, tetapi cukup sebagai persinggahan sementara, cukup untuk belajar dan menimba pengalaman. Seakan tak ingin lepas, sayup sayup titik itu memanggil, mengajak kita meninggalkan titik lain, magnetnya tak pernah rela melepas kita.

Kita pun tenggelam dalam pusaran magnet dua buah titik. Kita terlempar, kemudian hancur berkeping keping, berjalan tertatih dan mengalami metamorfosis alami. Kita terus berjalan penuh harapan.. berharap akan sampai pada titik yang baru...

Titik bukan suatu alfa, tetapi kita harap akan menjadi omega. Titik akhir tujuan kita. Dalam titik itu kita mulai merangkai titik demi titik dan membuat sebuah garis tanpa akhir.. Sampai akhir hayat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar